Monday, March 3, 2014

Manfaat Kesehatan Minum Kopi

Secangkir kopi di pagi hari ataupun sekedar untuk melepaskan kepenatan baik seorang diri atau bersama sahabat, bahkan membahas bisnis dengan partner bisnis Anda, sungguh kenikmatan tersendiri, relax dan santai. Minum kopi kini telah menjadi gaya hidup terutama masyarakat perkotaan seperti Jakarta. 
Minum kopi selain bermanfaat untuk melepas lelah, melepas kantuk, apakah ada manfaat kopi lainnya? Khusus untuk manfaat kesehatannya, New England Journal of Medicine menyimpulkan bahwa peminum kopi dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dini hingga 16 persen. Tapi sayangnya, belum semua orang mengetahui cara minum kopi yang benar sesuai manfaat kesehatannya.
Seperti dikutip laman Livestrong, Kamis (26/12/2013) meskipun minum kopi secara berlebihan dapat meningkatkan kadar hormon stres kortisol dan menumbuhkan ketergantungan pada kafein, ada 10 cara minum kopi yang tepat sesuai manfaat kesehatannya:
1. Pencegahan batu empedu
Peneliti Harvard pada 2002 menemukan bahwa wanita yang minum setidaknya empat cangkir kopi sehari bisa menurunkan risiko batu empedu hingga 25 persen.
2. Mencegah depresi
Dalam laporan Archives of Internal Medicine pada 2011 disebutkan bahwa perempuan yang minum dua sampai tiga cangkir kopi sehari dapat menurunkan risiko depresi hingga 15 persen. Sementara orang yang minum empat cangkir sehari memiliki risiko depresi 20 persen lebih rendah.
3 . Peningkatan memori
Dalam sebuah penelitian yang dipresentasikan pada 2005 di Amerika Utara, para peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi dua cangkir kopi rata-rata memiliki memori jangka panjang.
Menariknya, sebuah studi 2007 menemukan bahwa wanita dan laki-laki berusia 65 tahun keatas dan minum tiga cangkir kopi setiap hari hanya mengalami sedikit penurunan memori.
Sementara para peneliti di University of South Florida pada tahun 2011 malah menyarankan lansia untuk minum kopi sebanyak empat sampai lima cangkir setiap hari untuk mengurangi risiko Alzheimer.
4. Risiko Diabetes
Penelitian yang dilakukan pada Januari 2012, ‘Journal of Agricultural & Food Chemistry’ menyebutkan bahwa ada senyawa dalam kopi yang dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2.
5. Mengurangi Risiko Kanker
Sebuah studi pada 2008 di Swedia menemukan bahwa minum dua sampai tiga cangkir sehari dapat mengurangi risiko kanker payudara. Studi pada 2011 yang dipublikasikan di ‘Breast Cancer Research’ juga menemukan bahwa minum lima cangkir atau lebih juga bisa menurunkan risiko kanker payudara sekitar 20 persen.
Tak hanya bermanfaat bagi perempuan, karena studi yang disebut dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa kopi dapat menurunkan risiko kanker prostat.
6. Meningkatkan metabolisme
Jika sebuah studi pada 1980 menyebutkan bahwa kopi dapat merangsang metabolisme, pada studi 2006 peneliti menemukan ekstrak kopi dapat meningkatkan berat badan orang dewasa selama 22 minggu.
7. Mengurangi risiko penyakit Parkinson
‘The Journal of American Medical Association’ pada tahun 2000 menemukan bahwa konsumsi kafein bisa menurunkan risiko Parkinson. Dan pada sebuah studi 2010, minum dua sampai tiga cangkir kopi setiap hari dapat menurunkan risiko penyakit yang sama.
8. Antioksidan
Dalam penelitian yang dilakukan Harvard Edward Giovannucci yang diterbitkan dalam ‘Cancer Epidemiology , Biomarkers & Prevention’, mencatat bahwa kopi memiliki lebih banyak antioksidan daripada sayuran dan buah-buahan. Bahkan pada 2005 disebutkan bahwa kopi merupakan sumber antioksidan nomor satu di Amerika.
9. Meningkatkan kinerja
Kopi memang sering dikaitkan dengan meningkatnya daya tahan dan kinerja tubuh. Sebuah penelitian pada 2008 yang menyertakan atlet menyimpulkan bahwa minum kopi dapat membuat atlet tampil baik selama latihan meskipun kurang tidur.
10. Pencegahan asam urat
Studi pada 2007 menyebutkan, orang yang minum enam cangkir sehari bisa menurunkan risiko asam urat sebanyak 60 persen.

Also see: http://honeyblessed.blogspot.com/2014/03/minum-kopi-dengan-madu.html
Inne 08161492589, 081385735506
Pin 231127b6
Email: sweetinne@gmail.com

Wednesday, February 5, 2014

Awass... Mahasiswa Rentan Kena Hepatitis A


Penyakit radang hati yang disebabkan infeksi virus hepatitis A bisa dialami oleh siapa saja. Namun, sebuah studi dari Yogyakarta yang dilakukan Dinas Kesehatan setempat menemukan, mahasiswa merupakan kelompok yang paling berisiko mengalami penyakit tersebut.
"Dari 235 kasus hepatitis A yang terjadi selama periode studi, 45 persennya berasal dari mahasiswa," papar dokter spesialis penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) Sukamto Koesnoe pada simposium vaksinasi dewasa, Rabu (29/1/2014) di Jakarta.
Sementara itu, kelompok paling berisiko selanjutnya ditempati oleh pegawai swasta sebanyak 16 persen, wiraswasta 11 persen, pelajar 8 persen, dan pegawai negeri sipil 6 persen. Artinya mahasiswa menempati peringkat pertama dengan persentase yang cukup signifikan.
Menurut Sukamto, ini berhubungan dengan kebiasaan makan mahasiswa yang cenderung jajan untuk makan. Sayangnya, tempat makan yang biasanya dipilih tidak higienis sehingga makanannya pun rentan mengandung virus hepatitis A.
Sukamto menjelaskan, jika seseorang belum memiliki antibodi terhadap virus hepatitis A, maka mereka berisiko tinggi untuk sakit saat terpapar virus. "Apalagi jika sudah terbiasa hidup bersih sejak kecil, misalnya selalu mencuci tangan sebelum makan dan tidak memakan makanan yang sudah jatuh," kata Sukamto yang tidak terlibat dalam penelitian.
Maka, cara paling efektif supaya tidak terinfeksi virus hepatitis A adalah dengan vaksinasi. Sukamto menjelaskan, vaksin hepatitis A memiliki efektivitas sebesar 94-100 persen dalam mencegah penyakit tersebut.
Vaksinasi dilakukan sekali dan diulang enam bulan berikutnya. Cara itu akan melindungi seseorang dari hepatitis A hingga 10 tahun.
"Selain vaksinasi, ada lagi cara untuk membentuk antibodi terhadap virus hepatitis, bahkan bisa bertahan seumur hidup, yaitu sakit hepatitis. Namun apakah mau sakit demi dapat antibodi? Ingat, sakit hepatitis akan mengurangi produktivitas, rugi waktu dan biaya," kata dia.
Hepatitis A umumnya terjadi akibat makan makanan yang mengandung virus hepatitis A. Gejalanya ditandai dengan kuningnya bagian-bagian tubuh seperti mata dan telapak tangan, demam, kelelahan, penurunan nafsu makan, mual, sakit perut, dan urine gelap seperti teh pekat. 

Selain menjaga kebersihan, pencegahan maupun mengobati virus hepatitis didapat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan nutrisi alami seimbang. Nutrisi alami seimbang bisa didapat dari Produk Perlebahan High Desert: Clover Honey dan Bee Propolis